TIK Sarana Untuk Mengatasi Kesenjangan Pendidikan Nasional 06 Jan 2010 , 15:46:39 | author : mulyanta Mendiknas dalam salah satu program 100 harinya menempatkan TIK sebagai instrumen strategis untuk mengatasi kesenjangan pendidikan melalui pembangunan konektivitas sekolah. Mendiknas menyatakan TIK akan membuka akses berbagai sumber ilmu pengetahuan yang tak terbatas.
Pemerintah menyadari pemanfaatan TIK memiliki peran penting dalam upaya pembangunan pendidikan di Indonesia, sehingga menjadi salah satu program prioritas di Departemen Pendidikan Nasional dan menjadi bagian dalam program 100 hari Menteri Pendidikan Nasional.
Dalam program 100 hari, Mendiknas akan menyediaan konektivitas untuk 17.500 sekolah. Pemanfaatan TIK untuk pendidikan ini terjadi melalui empat tahapan yaitu konektivitas, transaksi, kolaborasi, dan transformasi,” ungkap Mendiknas M.Nuh dalam pesan tertulis yang disampaikan Dodo Nandika,Sekjen Depdiknas pada cara Simposium on Open, Distance, and E-Learning (ISODEL) 2009 pada Rabu (09/12) di Jogjakarta.
TIK memiliki potensi besar meluaskan akses dan meningkatkan mutu pendidikan karena mendorong proses belajar yang efektif yang dapat dirasakan oleh semua pelajar di mana saja dan kapan saja. “Pemanfaatan TIK untuk memperluas layanan pendidikan tidak terbatas bagi siswa yang ada di kelas. TIK juga membuka akses terhadap cakrawala sumber belajar yang kaya di dunia maya untuk menjadikan tiap orang adalah pembelajar yang dapat belajar sepanjang masa, serta pembelajar untuk pembangunan berkelanjutan,” ungkap Mendiknas seperti dilansir dari SuaraSurabaya.